Minna-san!!
Ogenki desu?? Jumpa lagi sama saya, KeN, penulis fict yang bejat ga' ketulungan!!
Horrraaayyyy!! Akhirnya.....dengan sedikit perjuangan '45, saya bisa berhasil post fict lagi! Ceritanya, fict kali ini adalah remake-an garapan si Ritsu dari novel perdana saya yang tentu saja udah diubah besar-besaran sesuai keperluan kami sebagai seorang FUJOSHI! Huahahahahaha....
Karena masih demam sama "X/1999", jadilah fict ini menomorsatukan tokoh utama yang ada di situ, yaitu si Fuuma sama Kamui. Tapi nyatanya, di tengah jalan Ritsu pusing juga. Karena jumlah uke di novel saya ada 4, tapi di "X" cuma ada 2. Jadinya, setelah kita berdua rembugan *gimana caranya? Silakan ditebak sendiri!* akhirnya kita pake' konsepnya Ghee-senpai di fict "An Apartment for 18", yaitu dengan men-numplek-bleg-kan karakter-karakter CLAMP dari berbagai fandom jadi satu.
Terus terang nih, saya rada ketir-ketir juga. Takutnya ada pihak yang ga' suka dengan itu *pasti ada lah entah itu satu atau dua orang*, dan lebih takut lagi kalo yang marah itu Ghee-senpai sama "CLAMP no YAOI". Jadi, lewat ini, meski jauh dari kata formil, saya mau ijin sekalian minta maaf karena udah sok ikut-ikutan. Tapi SUMPE DEH!! Saya ga'ada maksud buat ngejiplak karya agung Anda, Ghee-senpai!!
Ampuuuunnn! Jangan sambit saya *sujud-sujud*!!
Maaph!! Ma'aaaaaaaaaaaaaphhh!!
Peraturan bacanya simpel kok!! " + + +" adalah tanda pergantian setting tempat atau waktu.
>> Rating : Aman banget! Saya kasih "T" aja!
>> Disclaimer : CLAMP. 5 macem fandom jadi 1!
When Youngsters Fall in Love _ INTRO
Fict : KeN
Story : Ritsu
Special thank's to:
1. Tuhan YME
2. Ghee-senpai dan "CLAMP no YAOI"-nya; sebagai inspirator
3. All readers
_______________________________________________________________
Siang itu terik. Matahari sudah berencana menambah siksaan para murid baru yang sudah hampir 3 jam disuruh kumpul di lapangan tengah. Hari kedua MOS masih sama mangerikannya. Tapi sejauh ini belum ada anak yang dikerjain seperti kemarin saat Rikuou, Fuuma, dan Touya --yang dijuluki sebagai "Princes of School"-- menyuruh dua siswi baru lari kelinci muterin lapangan upacara karena ketauan lagi telepon-teleponan sama yayang mereka di sudut kelas kosong padahal ijinnya ke kamar mandi --sebenernya kalo ditelusuri lagi yang punya ide itu cuma Fuuma sama Rikuou aja sih! Touya mah mana ada tampang setega itu.-- .
"Oke! Semuanya! Masuk kelas masing-masing untuk istirahat! Tapi yang jelas setengah jam lagi balik ke sini!", seru Rikuou lagi.
"Yah..."
"Masa' cuma setengah jam sih?"
"Kejem banget! Kita kan capek, Kak!"
Gerutuan kecewa, marah, dan sebel terdengar di mana-mana.
"Tawon! Kalian pikir yang capek cuma kalian? Kita juga, tau'! Tapi ini keputusan pembina. Jadi ga' bisa diganggu gugat!", Kali ini giliran Fuuma sok kejam sambil tetep tebar pesona.
Agaknya para cewek jadi kleper-kleper lihat dia.
"Kalo ga' mau capek ya ga' usah tereak-tereak lah! Kurang kerjaan aja!", celetuk salah satu siswa baru yang sialnya terdengar salah satu kakak OSIS.
"Mulutnya sapa tadi tu yang ngomong?", hardiknya.
"Ada 'paan?", tanya Rikuou.
"Ada yang nyeletuk!"
"Sapa tadi yang ngomong?", ulang Rikuou dengan gaharnya.
"Udah, ngaku aja lo!", Salah seorang anak baru mendesak anak yang nyeletuk tadi untuk mengaku.
"Kakak hitung sampe' tiga! Kalo tetep ga' ada yang ngaku, ga' ada lagi istirahat-istirahatan. Atau kalian semua mau dihukum rame-rame, push-up 100 kali?", Fuuma tersenyum maut penuh ancaman.
Sebagian anak cewek udah nangis bombay aja.
"Satu... Dua... Ti..."
"Yo, Guys!", Touya, sang ketua OSIS, datang sebagai malaikat penyelamat anak-anak baru yang menghentikan hitungan diiringi partnernya, si wakil ketua OSIS, Kazahaya.
"Masih di sini aja? Kan harusnya anak-anak diistirahatin?", tanyanya.
"Maunya sih geto! Tapi ada anak iseng nih, ga' mau ngaku pula!", kata Rikuou.
"Udah lah itu bisa diurus nanti. Kita disuruh kumpul lagi di ruang OSIS nih sama pembina.", Kazahaya ikut ngomong.
"Weitzz, ga' ada! Pokoknya gue mau hukumannya sekarang!", Rikuou ngotot.
Dengung kepanikan anak-anak baru makin menjadi. Dan isakan tangis makin terdengar.
"Silent please!", seru Touya lelah, "Anak-anak baru masuk kelas aja! Hukumannya kita tahan sampe' kalo udah kumpul lagi nanti. Yang merasa bersalah harap tanggung jawabnya. Kesian temen-temennya yang ikut kena hukum padahal ga' salah apa-apa."
"Ma...masalahnya..hik..dia ga' mau...hik..ngaku, Kak.", adu salah satu anak cewek di sela-sela tangisnya.
"Sapa tadi yang bikin onar?", tanya Touya rada tajem.
Masih hening.
"Woii!! Punya kuping ga'? Kakak ketua OSIS tanya sapa yang bikin ribut? Mau hukumannya tambah berat?", Fuuma agaknya udah gerah aja.
Tangan anak iseng tadi mencuat ke atas dengan takut-takut.
Kudou Kazahaya maju untuk turun tangan, "Maju ke depan kamu!"
"Buset lo! Ga'ada tegas-tegasnya jadi orang!", Rikuou menggerutu.
"Eh, diem deh! Lo juga tereak-tereak dari tadi emang ada hasil? Percuma aja! Lo tu cuma bikin mereka takut!", Kazahaya ikutan panas.
"Lho? Itu kan emang tugas kita untuk ngerasin mereka! Bikin mereka siap mental! Ga' lembek, ga' cengeng! Kalo diibaratkan pohon, biar ga' tumbang meski ada badai!"
"Tapi emang ada perintah buat lo kudu tereak-tereak?", Kazahaya ngotot juga deh.
"Lo liat sendiri! Mereka tu bandelnya minta ampun! Kalo ga' dikerasin mereka mana ngerti?", Makin panas nih.
"Mereka bukan binatang, Rikuou! Ngapain pake' acara kekerasan?", Kazahaya minta pengertian, "Udah! Adek-adek masuk kelas aja!"
"Woii, Kaza!! Dia belom dikasih hukuman!", Rikuou protes lagi.
Semua yang ada di lapangan cengok nih lihat dua anak itu debat ga' selesai-selesai. Mulai dari kakak-kakak OSIS sampe' anak-anak baru.
"Denger Touya ngomong ga' sih? Dia bilang hukumannya buat nanti aja!"
"Ga' bisa! Dia bikin onar sekarang, hukumannya juga sekarang!", Rikuou udah bener-bener kebakaran jenggot nih. Penulis udah siap-siap pemadam kebakaran empat mobil *ga' nyambung* .
"Tolerir dikit napa? Lo ga' kesian liat mereka udah kaya' mau semaput geto?"
"Emangnya mereka doang yang capek?", geram Rikuou sambil nyamperin Kazahaya dengan langkah lebar-lebar.
"Makanya tadi aku tanya,emang ada yang nyuruh kamu tereak-tereak?", Kazahaya menggulung lengan kemejanya, siap gontok-gontokkan *sejak kapan Kazahaya jadi sok seme?* .
"Woii, woii!!", Touya melerai dua anak yang siap perang itu, "Sabar dikit dong! Ga' malu diliatin adek kelas?"
"Ahh, bodo' amat! Pokoknya gue ga' setuju sama Kaza!", Rikuou tetep pingin duel.
"Oh, jadi lo udah mulai ga' setuju-setujuan gitu sama gue? Anyok sini, gue bikin lo jadi dendeng siap goreng!", Kazahaya juga makin maju ke arah Rikuou aja gitu.
"Aduduhh, berenti dong!", Touya kewalahan sama tingkah dua sobatnya yang udah siap bikin medan tempur di lapangan, "Fuuma! Bantu kek!"
Fuuma-nya malah cengengesan di bawah pohon rindang, "Ngapain? Seru gitu! Lagian panas banget, make up gue bisa luntur entar *heloooo, dan kenapa Fuuma yang gantengnya luar biasa jadi sok imut kaya' gini?* !"
"Maju lo!", Kazahaya nantangin Rikuou.
"Emang gue mau maju!", Rikuou udah tinggal semeter aja gitu dari Kazahaya saat terdengar suara yang bikin telinga berdenging.
"DIEEEEEEMMMMMMMM!!", Ada cowok imut berdiri di atas podium --yang buat pembina upacara ngasih amanat itu-- sambil megang mikrofon. Dia yang tereak, Sodara-sodara.
"Yu...Yuki?", Touya cengok geto liat cowok yang biasanya kalem itu barusan hampir bikin semua penghuni sekolah tuli mendadak.
Tsukishiro Yukito berdiri dengan pose manis tapi gahar di atas podium.
"Mau berantem sampe' kapan, hah?", semprot Yukito sambil tetep ber-mikrofon ria, "Pembina tu udah nungguin kalian dari tadi!"
"Tapi....", Kazahaya sama Rikuou udah mau protes.
"Kubilang DIEMM!!", NGIIING! Mikrofon berdenging lagi dan semua yang ada di lapangan nutup kuping, "Lagian di sini tuh ketua OSIS-nya Touya bukan sih? Masalah gini aja kamu ga' bisa nyelesein!"
Touya makin cengok aja pas mukanya ditunjuk-tunjuk Yukito, sang bendahara OSIS yang imutnya ga' ketulungan itu.
Fuuma ngakak di bawah pohon.
"Sapa yang nyuruh ketawa, Fum?", Hawa di sekitar Yukito udah memungkinkan dia berubah wujud jadi Yue.
Fuuma nelen ketawanya pas Yukito ngelirik dia tajem.
Hening deh seisi lapangan. Ga' ada yang berani bikin gerakan aneh-aneh juga. Dan secepat Yukito bikin semua orang cengok karena dia marah-marah,secepat itu pula dia balik ke asal alias kembali ke wajah full smile tanpa ada sedikit pun rasa bersalah.
"Sekarang, tanpa protes, anak-anak baru masuk kelas masing-masing. Kalau nanti denger suara peluit harus kumpul lagi di sini! Kalo sampe' ada yang kelayapan ga' jelas...", Yukito menyelesaikan kaimatnya dengan gerakan tangan memenggal leher. Dia tu senyum tapi hawa di sekitar dia itu lo, ga' enak banget deh! Bikin semuanya ngeri.
Dan satu per satu anak-anak baru masuk kelas dengan patuh diikuti pandangan dari kakak-kakak OSIS.
Terakhir, tinggallah para anggota OSIS di lapangan.
"Masuk ke ruang OSIS dan jangan bicara apa pun!", ancam Yukito masih dengan wajah penuh senyum.
"Sumpe deh, hari ini para uke gahar banget!", Fuuma berbisik pada Rikuou dan Touya yang hanya dibalas dengan anggukan kepala.
"Sori! Di sini kosong?", tanya seseorang yang membuat Kamui menghentikan kegiatan memamahbiaknya.
Kamui mendongak dan menemukan sesosok cowok manis *?* berkacamata yang lagi bawa nampan isi soto --juga-- dan teh botol dingin.
"Di sini kosong kan?!", tanya cowok itu lagi.
"Oh! Iya. Duduk aja!", jawab Kamui.
"Thank's!"
Kamui senyum sementara cowok itu duduk di hadapan Kamui dan mulai makan.
"Eh, kamu anak X-B juga kan?!", tanya Kamui.
Anak berkacamata itu mengangguk sambil meniupi sesendok soto.
"Berarti kita sekelas dong?! Aku Shirou Kamui. Panggil Kamui aja!", Kamui mengulurkan tangan.
Cowok di depan Kamui itu buru-buru menelan soto dalam mulutnya dan menyambut tangan Kamui, "Watanuki Kimihiro."
"Boleh panggil Kimi aja?"
Si Kimihiro mengangguk. Lalu keduanya senyum manis yang membuat penulis mimisan *??* .
Beberapa saat setelahnya yang terdengar dari meja Kamui dan Kimihiro hanyalah dentingan piring, sendok, dan garpu yang beradu satu sama lain.
Dan saat mereka makan dengan damai, mata Kimihiro menangkap salah seorang siswa baru yang lagi celingak-celinguk ga' jelas.
"Hei!!", panggil Kimihiro. Kamui pun menoleh ke arah anak yang dipanggil Kimihiro tadi.
Anak itu menoleh ke arah Kimihiro, tengok kanan-kiri sebentar, lalu menunjuk mukanya seolah mau tanya, "Aku?"
Kimihiro mengangguk sambil memberi isyarat agar anak itu mendekat.
"Duduk sini aja!", tawar Kimihiro.
"Ga' pa-pa nih?",tanya anak itu.
"He'eh! Boleh kan Kamui?", Kimihiro minta persetujuan teman sekelasnya itu.
"Ya boleh lah. Emang aku ada hak buat ngelarang-ngelarang?", tanya Kamui balik.
"Makasih!", Cowok tadi duduk di sebelah Kimihiro.
Kamui memperhatikan anak itu. Wajahnya stoic, kaya'nya rada-rada kejem. Tapi di satu sisi dia juga manis. Dan Kamui paling suka dengan mata anak itu. Mata violet yang sama dengan miliknya.
"Ada yang aneh sama wajahku ya?!", tanya anak itu pas sadar Kamui liatin dia terus.
"Eh, sori! Ga' ada apa-apa kok."
"Eh! Kenalan dong! Namaku Watanuki Kimihiro. Dan dia Shirou Kamui. Kami dari X-B. Kamu?", kata Kimihiro ceria.
"Lelouch Lamperouge, X-A. Panggil aja Lulu biar ga' ribet.", Singkat, padat, dan berisi ya anak itu jawabnya?!
"Huahh!! Berarti Lulu hebat donk?!", Mata Kimihiro membulat.
Sekedar info aja ya?! Ini sekolah namanya Tsubasa-gakuen *udah maksa, jelek lagi!*. Tiap jenjang ada 5 kelas, yaitu kelas A sampe' E. Pembagian kelasnya itu sesuai dengan urutan prestasi. Nah, yang namanya kelas A itu dihuni sama anak-anak yang masuk ke sekolah ini ga' pake' tes kaya' temen-temennya yang lain, tapi pake' rekomendasi negara atas prestasi di bidang akademik mau pun non-akademik. Jadi ya jangan ditanya, itu kelas pastinya high banget. Mana rata-rata yang masuk sekolah di sini tu anak-anak kaum borjuis pula. Tambah lengkap aja deh popularitas ereka.
Balik ke cerita! Sampe' mana tadi? Oh, sampe' Kimi muji si Lulu ya?!
Lelouch agaknya rada tersipu juga dipuji gitu sama Kimihiro kaya' gitu. Di pipinya muncul semburat merah yang bikin dia tambah cantik *hah???* .
"Makasih.", ujarnya.
"Yah, malu-malu deh ni anak!", goda Kimihiro.
"Udah, udah! Makan lagi yukk!", ajak Kamui yang sotonya hampir dingin.
Dan mereka kembali menghadap makanan masing-masing tanpa sadar kalo ke-uke-an mereka sudah banyak menarik perhatian dari pasang-pasang mata di kantin itu. Mana mereka makannya anggun sekali dengan kadang-kadang nge-gosip tentang kekejaman kakak-kakak OSIS dalam menggembleng mereka.
"Ganteng-ganteng ga' punya hati!", komen Kimihiro.
"Tapi ada yang cantik tapi gahar juga!", tambah Kamui.
"Untung aja tinggal penutupan besok.", Lelouch ikutan.
Saat gosip makin menghangat, atmosfir kantin mendadak berubah. Tiba-tiba nih, angin semilir berhembus lembut. Ada guguran-guguran kelopak bunga sakura yang entah dari mana datangnya. Dan semua mata tertuju pada pintu masuk kantin.
Semua gerakan langsung berubah jadi slow-motion detik itu juga *heh?* . Dari pintu masuk kantin, muncul dua siswa *atau siswi?* yang dengan pesona uke-nya melenggang santai. Mereka ketawa-ketawa, ga' jelas lagi ngomongin apa. Pake' acara bisik-bisik tetangga pula. Keduanya melewati meja demi meja tanpa sadar kalo mereka kini jadi pusat perhatian. Sumpe deh, mereka tu layak bidadari turun dari khayangan *jayus* yang diiringi cahaya surga jadi bikin mereka tu kinclong banget dan silau.
Dua siswa itu tak lain dan tak bukan adalah Yukito dan Kazahaya, Sodara-sodara! Secara, ga' perlu saya deskripsikan lagi kan gimana bohai, imut, dan cantiknya mereka melihat seberapa banyak mata yang takluk sama mereka?! Intinya,sekarang mereka lagi nunggu pesenan sambil masih ngobrol plus ketawa-ketiwi.
"Maskot Tsubasa-gakuen!", kata Kimihiro pendek.
"'Primadona' maksudmu?", tanya Kamui yang balik nyendokin sotonya *ga' habis-habis ya?!* .
"Whatever lah!"
"Ya ampun! Illfil banget deh mereka!", Lelouch mengedarkan pandangan ke seluruh penghuni kantin yang udah pada kebius sama dua uke yang baru datang tadi. Baik cowok maupun cewek.
Balik lagi ke Yukito dan Kazahaya. Mereka sekarang udah pegang nampan isi pesenan masing-masing. Sama kaya' Lelouch tadi, mereka celingukan nyari tempat duduk. Dan cowok-cowok yang ngerasa sok seme langsung bediri dan nawarin tampat duduk mereka dengan senyum-senyum najong.
Yukito dan Kazahaya berpandangan cengok, bisik-bisik lagi, ketawa bentar, trus celingukan lagi. Dan pencarian mereka berakhir di dua kursi kosong di meja Kamui dkk. Yukito dan Kazahaya pun mendekat ke arah mereka yang bikin cowok-cowok yang nawarin kursi kecewa.
"Boleh duduk sini?", tanya Yukito dan Kazahaya barengan.
"Boleh, Kak!", tiga uke kelas X jawabnya juga barengan.
Dan jadilah Yukito dan Kazahaya duduk di kursi yang tersisa, mengapit Kamui. Dan kalo uke-uke pada ngumpul gitu, sapa yang bisa nahan? Penulis aja udah mimisan dari tadi *ditabok* !
"Makasih ya?!", kata Yukito.
"Anak baru semua ya?!", tabak Kazahaya.
Semua uke kelas X mengangguk.
"Aduuhh, biasa aja dong! Ga' usah takut-takut geto! Kita ga' gigit ini.", Kazahaya senyum manis sambil ngemil kerupuk udang.
"MOS-nya udah bubaran. Sekarang ga' ada diktator-diktatoran lagi.", tambah Yukito.
Kamui cs cuma mesem.
"Kenalin! Aku Kudou Kazahaya dari XI-B. Dia Tsukishiro Yukito dari XI-A."
"Salam kenal!", kata Yukito ramah.
"Saya Shirou Kamui...bla-bla-bla...".
Capek, ah, nulis perkenalan terus. Pokoknya mereka berlima tu kenalan dan tuker-tukeran nomor hape. Trus, Yukito dan Kazahaya nyuruh Kamui dkk ga' manggil mereka dengan "Kak.". Alasan Yukito mah biar akrab geto. Tapi kalo Kazahaya? Katanya biar ga' kelihatan tua *??* .
"Udah pada punya pacar belum nih semua?", tanya Kazahaya tiba-tiba.
Tiga uke kelas X berpandangan lalu serempak menggeleng.
"Masa'?", goda Kazahaya lagi.
"Sumpe deehh!!", jawab tiga uke kelas X.
"Ga' usah khawatir. Kalian kan cantik. Ga' usah usaha juga pasti udah laku kok!", kta Yukito diikuti anggukan kepala penuh semangat dari Kazahaya.
Tiga uke kelas X bingung mau nanggepin kalimat Yukito pake' cara apa. Kok kaya'nya aneh didengernya ya?!
"Jad Kazahaya sama Yukito udah punya pacar nih?", tanya Kamui.
"Yep! Dia nih masih penganten baru!", Kazahaya menyikut lengan Yukito yang wajahnya udah merah aja, "Kalo aku sih udah dari SMP pacarannya. Bosen-bosen deh! Makanya kalo sama dia kerjaannya cuma betengkar terus!"
"Anak sini juga?", tanya Kimihiro.
"He'eh. Anak basket.", jawab Kazahaya.
"Kalo Yuki?",tanya Lelouch.
"Anak sini juga. Dia ikut sepakbola."
"Wah. jago olahraga semua ya?!", Kimihiro kagum.
"Ah, biasa aja kok!", Kazahaya dan Yukito merendah.
"Eh, ntar dulu deh!", Lelouch menyela dengan muka rada bingung, "Kok ada cewek yang hobi gituan?"
"Bukannya jaman sekarang udah biasa?", tanya Kamui balik sambil menikmati sotonya --yang ga' abis-abis-- lagi.
Lelouch mengambil botol kecap, "Emang. Tapi ya..."
"Bukan!", Kazahaya memotong kalimat Lelouch, "Kita pacaran sama cowok ini."
Dan perhatian, Sodara-sodara! Si Kazahaya tu ngomong begitu dengan santainya. Malah rada bangga, seakan-akan dia bilang kalo dia menang olimpiade matematika.
Kamui keselek. Kimihiro melotot. Lelouch ga' sadar udah nuang kecap banyak-banyak ke baksonya.
"Eh, eh, kenapa?", Yukito panik dan nepuk-nepuk pundak Kamui yang batuk-batuk.
"Kamu barusan ngomong apa?", Kimihiro minta diyakinkan lagi.
"Apa? Aku pacaran sama cowok? Ada yang salah?", tanya Kazahaya.
Sumpe lo masih pake' nanya? Ya jelas salah lah! Tapi ga' papa sih! Kan penulisnya FUJOSHI ini. Huehehehehehe...
Jadi ya tiga uke kelas X menatap temen-temen baru mereka dengan tatapan ga'-percaya-tapi-mau-gimana-lagi. Sementara dua uke kelas XI udah balik senyum imut lagi. Dan akhirnya mereka lanjut makan lagi.
Tapi ga' berapa lama...
"Kyaaa! Monou-senpai!"
"Himura-senpai!
"Kinomoto-senpai!!"
"Kyaaa!!!"
Udah kaya' ada Leonardo Dicaprio masuk kantin deh! Anak-anak cewek pada histeris ala Day Class di Vampire Knight pas lihat Night Class. Bedanya, yang datang ini bukan Kaname cs. Tapi lima orang keren yang salah tiganya dielu-elukan sebagai "Pangeran Sekolah".
Lima uke pun ikutan liat kedatangan mereka. Bedanya ga' pake' acara tereak segala.
"Now..what?", Kamui udah sebel aja karena acara makannya dari tadi keganggu.
"'Pangeran sekolah' tuh!", kata Kimihiro datar.
"Ada aja yang kaya' geto.", Lelouch nyeruput jus alpuketnya.
Jadi sapa aja to yang dijuluki "Pangeran Sekolah" ini. Yang hobi baca fict-nya Ghee-senpai pasti tahu sapa mereka dan gimana sifat mereka! Jadi ya, mereka itu adalah :
1. Monou Fuuma; cowok yang kerennya udah taraf internasional geto. Dia murid kelas XI-C. Anak basket. Kemana-mana tu hobinya tebar pesona. Kaya' kali ini nih! Dia masuk kantin dengan mengandalkan senyum mautnya yang bikin cewek-cewek gila. Memimpin rombongan lima seme dengan pede.
2. Himura Rikuou; cowok sangar-gahar-sengak-tapi cakep sekali. Dia sekelas dan satu ekskul sama Fuuma. Temen seperjuangan lah mereka berdua itu. Suka nampang sih enggak. Tapi gaya sengaknya itu lho, entah kenapa bisa bikin cewek-cewek lumer. Dia lagi jalan sok keren di samping Fuuma.
3. Kinomoto Touya; cowok yang paling alim, paling kalem,dan paling waras di antara dua temennya tadi. Dia masuk XI-B. Kapten tim sepakbola yang selalu sukses bawa nama sekolah ke piala nasional *sumpe lo?*. Dia lagi senyum ke segala arah dengan style cowok baik-baiknya itu dan jalan di belakang Fuuma dan Rikuou.
Trus di belakang mereka tu ada dua anak baru yang entah gimana ceritanya udah gabung aja gitu sama "Pangeran Sekolah". Mereka adalah :
1. Doumeki Shizuka. Anak X-C yang mukanya datar kaya' aspal. Tapi jangan salah, dia gantengnya dapet tuh! Waktu SMP dia juara panahan nasional. Tapi anehnya dengan prestasinya itu dia ga' mau masuk kelas A dan milih masuk sekolah ini pake' tes kaya' yang lain.
2. Kururugi Suzaku. Dia anak X-A. Tampangnya militer abis, mungkin cita-citanya jadi tentara *ngaco'* . Dia sama alimnya kaya' Touya. Cuma mungkin masih rada lugu. Dia sama Shizuka jalan paling belakang. Dan begitu masuk kantin, matanya langsung menangkap sosok Lelouch yang membuatnya langsung senyum ramah.
"Lulu! Si rambut coklat ngeliatin kamu terus dari tadi.", Kimihiro nyikut Lelouch.
Lelouch melirik si rambut coklat alias Suzaku sebentar, "Dia temenku dari SMP sih!"
"Oh!", Kimihiro manggut-manggut, "Ga' disapa gitu?"
"Ga' usah! Buat apa?", Wah!! Dingin banget ya si Lelouch?!
"Eh, tapi ya... si Himura-senpai sama Kinomoto-senpai katanya udah punya pacar ya?! Bener ga' sih?", tanya Kimihiro.
"Denger-denger sih geto! Secara, mereka berdua kan udah keren, berprestasi pula di bidang olahraga. Mana lengkap popularitasnya kalo ga' punya pacar!", Kamui ngomong santai. Ga' ada antusias-antusiasnya alias ga' kena feromon seme-seme yang udah nyebar sekantin.
"Tapi Monou-senpai belon ada yang punya tuh!", Lelouch nimbrung.
"Yahh..mungkin dia tipe cowok pilih-pilih! Atau mungkin juga playboy yang ga' pernah serius pacaran.", jawab Kamui asal. Tapi kaya'nya yang terakhir tu bener deh!
"Yukito! Kazahaya! Bengong aja!", panggil Kimihiro.
"Oh...ehh..apa?", Yukito dan Kazahaya buru-buru mengerjapkan mata.
"Serius amat liatin mereka?", tanya Kamui.
"Enggak kok!", kilah Kazahaya.
"Eh, tadi kalian bilang kalo cowok kalian ikut basket sama sepakbola. Berarti satu ekskul sama mereka donk?!", Lelouch inget aja.
Otomatis dua uke kelas XI itu senyum dengan muka malu-malu bajing dan ngomong pelan, "Ya mereka itu cowok kita!"
"Sumpe lo??", seru tiga uke kelas X barengan yang bikin semua perhatian beralih ke mereka. Termasuk lima seme yang lagi pesen makan.
"Kaza!", panggil Rikuou.
"Yuki!", Touya ikutan manggil.
Kondisi sementara ini yang bisa saya laporkan, Kazahaya sama Yukito lagi senyum ke seme masing-masing. Si Lelouch adu pandang sama Suzaku yang ga' ada capeknya senyum ke dia. Shizuka ngeliat Kimihiro dan mengangguk kecil yang dibalas dengan perlakuan yang sama.
Daaaaaaaaannnnnn......
Bintang utama kita juga lagi tatap-tatapan, alias si Fuuma sama Kamui. Fuuma langsung senyum dengan pose tangan kiri menyibak poni dan tangan kanan masuk saku celana. Tapi entah masih lugu atau gimana, yang ada si Kamui cuma ngangkat alis kanannya ngeliat Fuuma pose kaya' geto.
Setelah lima seme dapat pesenan masing-masing, Rikuou sama Touya ga' langsung nyari tempat duduk, tapi nyamperin uke-uke mereka dulu. Otomatis Shizuka, Suzaku sama Fuuma ngekor aja gitu.
Sambil jalan, Fuuma masih senyum dan mengarahkan feromonnya ke Kamui. Cuman, emang si Kamui itu naga langit, jadi berasa ada kekkai yang melindungi dia dari serangan itu. Kamui bener-bener bingung sama kelakuan senpainya itu.
Dasar Fuuma-nya juga pede. Jadi dia jalan ga' pake' liat-liat. Akibatnya dia kesandung salah satu kaki yang melintang-ruang.
"Huaa..", Fuuma kehilangan keseimbangan dan nampan yang dia pegang meluncur ke atas.
GABRUKK!!
Fuuma sukses nyusruk dengan muka ciuman sama lantai. Dan si nampan dengan gerakan slow-motion terbalik dan jatuh pas di gundulnya Fuuma.
BYURR!!
Eh, bener gitu ga' sih suaranya?? Yahh..pokoknya isi nampan yang terdiri dari mie kuah dan sebotol cola numplek ke Fuuma.
SHIINGG!!
Kantin mendadak sepi dengan semua pengunjung cengok liat atraksinya Fuuma.
WUSHHH!!
Ada angin menyapa.
JLEGARR!!
Kilat dan petir bersahutan.
NGUING! NGUING! NGUING!
Ambulans lewat dengan kecepatan Sonic.
Ah, udah, ah! Jadi ga' nyambung gitu!
Fuuma yang udah nahan malu ngedongakin kepala ke arah Kamui. Ia menyibakkan mie yang udah jadi poni keduanya pake' dua tangan dan maksa senyum keren lagi. Tapi si Kamui mah cuma bales pake' nyengir maksa.
Waduhh!! Maunya Fuuma apaan nih pake' acara ngegodain Kamui geto?
Patut dicurigain tuh!!
_________________________________________________________________
Fuuma : Ga' di fict-nya Ghee, ga' di sini, peran gue melas banget ya?! *mewek ga' jelas*
KeN : Wajah lo pantes melas, Fum!
Fuuma : Anjir lo!!
Hahahahah.. Panjang ya?! Sampe' capek nih ngetiknya!! Tapi untung bisa diketik dan di-post!!
Yakk! Lagi bingung mau ngomong apa! Jadi langsung aja minta saran, kritik yang membangun. Dan khusus FLAME hanya boleh dikirim oleh Ghee-senpai dan "CLAMP no YAOI"-nya. Kalo selain mereka masih ada yang mau nge-FLAME???? Gue kirim dia ke neraka!!


0 komentar:
Posting Komentar